Selasa, 06 Oktober 2020

Ekonomi Mikro Islam, Hukum dan Teori Permintaan Ekonomi


 


EKONOMI MIKRO ISLAM


 BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kegiatan perekonomian semakin hari semakin kompleks, sebagai tuntutan dari perkembangan hidup yang lebih maju dan modern. Kegiatan perekonomian tersebut terutama adalah kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Suatu kegiatan ekonomi baik itu skala kegiatan ekonomi mikro maupun makro, selalu diawali dengan adanya interaksi antara produsen dengan konsumen. Adapun  interaksi antara produsen dengan konsumen dalam kegiatan ekonomi mikro diwujudkan dalam permintaan dan penawaran.

Dalam teori ekonomi mikro, dikenal teori permintaan dan penawaran. Teori permintaan berusaha menjelaskan sifat permintaan para pembeli terhadap suatu barang sedangkan teori penawaran menjelaskan sifat penawaran para penjual atau produsen. Pada kajian ekonomi mikro, pada dasarnya harga dan permintaan (demand) maupun penawaran (supply) bergantung pada individu dalam suatu perekonomian.[1] Permintaan yang berarti dari pihak konsumen dan penawan dari pihak produsen. Kedua hal ini adalah pokok dalam suatu permasalahan ekonomi, karena dua hal tersebut yang membuat perekonomian pasar bekerja.

Dalam makalah ini, penulis akan memaparkan tentang teori permintaan Islami dan apa saja yang terkait dalam pembahasan teori permintaan Islami tersebut.

B. Rumusan Masalah

1.      Apa dimaksud pengertian, Hukum dan Teori Permintaan ?

2.      Bagaimana Cara Memahami Kurva Permintaan ?

3.      Bagaimana Utilitas Barang Halal Haram ?

4.      Bagaimana Barang Haram dalam Kondisi Darurat ?

B.     Tujuan

1.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan permintaan, hukum permintaan dan teori permintaan.

2.      Mengetahui cara dalam memahami permintaan melalui kurva permintaan.

3.      Mengetahui utilitas atau kegunaan barang halal haram.

4.      Mengetahui hukum barang haram dalam kondisi darurat.

 

 

                                                        BAB II

PEMBAHASAN

A.    Pengertian

Permintaan adalah benyaknya kesatuan barang yang akan dibeli oleh pembeli pada bermacam-macam tingkat harga dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu.[2] Permintaan dapat dikatakan juga sebagai keinginan (desire) untuk mendapatkan barang dan jasa yang diikuti oleh kemampuan beli (purchasing power). Kemampuan beli seseorang erat kaitannya dengan tingkat pendapatan dan juga harga barang. Harga dan pendapatan (jumlah uang) akan mempengaruhi kemampuan beli dan keinginan untuk mendapatkan barang terealisasi. 

Misalnya : seorang punya keinginan untuk membeli mobil tapi tidak punya uang yang cukup sesuai harga mobil, maka keinginan tersebut belum dapat dikatakan permintaan.

Terdapat beberapa pendapat mengenai permintaan, beliau menyangkal pendapat umum mengenai hubungan timbal terbalik antara persediaan barang dan harga karena pada kenyataannya harga tidak tergantung pada permintaan saja, tetapi juga bergantung paa kekuatan penawaran. Abu yusuf mengatakan :

‘’ Tidak ada batasan tertentu tentang murah dan mahal yang dapat dipastikan. Hal tersebut ada yang mengaturnya. Prinsipnya tidak bisa diketahui. Murah bukan karenamelimpahnya makanan, demikian juga mahala tidak disebabkan karena kelangkaan makanan. Murah dan mahal merupakan ketentuan Allah.’’

Menurut Siddiqi, ucapan Abu Yusuf harus diterima sebagai pernyataan hasil pengamatannya saat itu, yakni keberadaan yang bersamaan antara melimpahnya barang dan tingginya harga serta kelangkaan barang dan harga rendah.[3]

Fungsi permintaan (demand function) adalah fungsi yang memperlihatkan keterkaitan antara variabel jumlah permintaan dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor tersebut ialah :

1.      Permintaan ( semakin tinggi pendapatan seseorang, permintaan terhadap suatu barang akan meningkat, walaupun harga barang tersebut tidak berubah).

2.      Harga barang-barng lain yang terkait ( harga barang-barang lain yang terkait dengan barang yang sedang dianalisis. Permintaan terhadap susu murni akan meningkat apabila harga susu bubuk naik).

3.      Selera atau cita rasa.

4.      Jumlah penduduk ( semakin besar jumlah penduduk suatu daerah, semakin banyak pula permintaan produk di daerah tersebut).[4]

5.      Harga barang itu sendiri.

6.      Ramalan.[5]

B.     Hukum Permintaan

Permintaan terhadap barang dan jasa didefinisikan sebagai :

‘’ Bila harga naik maka jumlah barang yang diminta semakin berkurang, sebaliknya bila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah.’’

            P (Harga)                   Qd (Jumlah barang)

‘’ Kuantitas barang atau jasa yang bersedia untuk membelinya pada berbagai tingkat harga dalam suatu periode waktu tertentu.’’

Maksud diatas ialah, orang bersedia untuk membelinya untuk memberi penekanan pada kegiatan konsumsi yanng dilakukan secara aktif oleh masyarakat konsumen, yang dipengaruhi oleh tingkat harga. Sedangkan kata ‘bersedia’ mendapat penekanan tersendiri. Didalamnya terkandung makna, bahwa konsumen memiliki keinginan untuk membeli suatu barang atau jasa (Dengan kata lain konsumen memiliki ‘preferensi’ terhadap barang atau jasa tersebut), sekaligus ia juga memiliki kemampuan, yaitu barang atau pendapatan, untuk membeli dalam rangka memenuhi keinginannya tersebut.  Kemampuan tersebut seringkali diberi istilah daya beli. Jadi, konsep permintaan terhadap barang atau jasa hanya memerhatikan konsumen yang memiliki preferensi dan daya beli.[6]

C.    Teori

Dalam teori ekonomi permintaan ini, dijelaskan bahwa kita harus berfikir tentang bagaimana teori ini yang dikembangkan Barat membatasi analisisnya dalam jangka pendek, yakni hanya sejauh bagaimana manusia memenuhi keinginannya saja. Analisis tidak hanya memasukkan nilai-nilai dan sosial, tetapi hanya dibatasi pada variabel pasar semata seperti harga, pendapatan, dan sebagainya. Disini kita akan membahas bagaimana agama Islam mengatur tentang konsumsi dan memengaruhi hukum permintaan.

Dalam ekonomi Islam, setiap keputusan ekonomi seorang manusia tidak lepas dari nilai-nilai moral dan agama setiap kegiatan senantiasa dihubungkan kepada syariat. Al-qur’an menyebut ekonomi dengan istilah iqtishad (penghematan, ekonomi), secara literal berarti ‘pertengahan’ atau ‘moderat’. Seorang muslim dilarang diminta untuk mengambil sebuah sikap moderat dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya. Dia tidak boleh israf (royal, berlebih-lebihan), tetapi juga dilarang bukhl (pelit).[7]

Allah swt berfirman dalam QS. Al-An’aam : 141 “ dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.’’ Pengamalan ayat tersebut berarti menujukan sikap untuk memerangi kemubadziran, sok pamer, mengonsumsi brang-barang yang tidak perlu. Dalam bahasa ekonomi, perilaku konsumsi Islami yang tidak berlebih-lebihan berarti bahwa pola permintaan Islami lebih didorong oleh faktor kebutuhan (needs) daripada (kebutuhan).[8]

D.    Kurva Permintaan

Kurva permintaan ( Demand Curve ) menyatakan seberapa banyak kuantitas barang atau produk yang bersedia dibeli oleh konsumen dikarenakan perubahan per unit. Dalam hal ini, kuantitas permintaan terhadap suatu barang dipengaruhi oleh tingkat harga yang ditetapkan.

Skedul permintaan (Demand Schedule) adalah suatu tabel yang memperlihatkan hubungan antara jumlah permintaan (Q) terhadap suatu barang dengan berbagai tingkat harga (P) barng tersebut dalm bentuk angka-angka.

Kurva permintaan (Demand Curve) adalah suatu kurva atau garis yang memperlihatkan hubungan antara jumlah permintaan (Q) terhadap suatu barang dengan berbagai tingkat harga (P) barang tersebut.

 

Tabel

Price

Q of D

10.000

10

8.000

20

6.000

30

4.000

40

2.000

50

10.000     ........*D                   P       Qd

8.000       .....................*

6.000       .................................*

4.000       ..............................................*

2.000       ...........................................................*D

                        10        20        30        40        50

Perhatikanlah bahwa kurva permintaan yang ditandai dengan D, kemiringannya menurun. Kenapa demikian ? karena Slope yang menurun disebabkan oleh perilaku rasional seorang konsumen, yaitu apabila harga naik mereka kan menurunkan konsumsinya, begitu pula sebaliknya bila harga turun mereka akan menaikkan konsumsinya. Dimana satu-satunya faktor yang menyebabkan perubahan tingkat kuantitas atas suatu produk hanya dipengaruhi oleh perubahan tingkat harga. Dalam ilmu ekonomi yang dikenal sebagai pergerakan sepangjang kurva (moving along the curve), dimana perubahan konsumsi hanya terjadi disepanjang kurva permintaan tersebut dan tidak terjadi pergeseran dalam pergeseran kurva permintaan.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa pergerakan kurva permintaan hanya terjadi oleh perubahan atas harga itu sendiri. Apabila harga barang naik, maka kurva permintaannya dapat bergerak menurun, begitu pula sebaliknya apabila barang tersebut turun.[9]

 

E.     Utilitas Barang Halal Haram

Dalam ilmu ekonomi tingkat kepuasan (utility function) digambarkan oleh kurva indiferensi (indifference curve). Biasanya yang digambarkan adalah tingkat kepuasan antara dua barang (jasa) yang keduanya memang disukai oleh konsumen. Dalam membangun teori tingkat kepuasan, digunakan tiga aksioma pilihan rasional, yakni:

  1. Kelengkapan

Aksioma ini mengatakan bahwa setiap individu selalu dapat menentukan keadaan mana yang lebih disukainya diantara dua keadaan. Bila A dan B adalah dua keadaan yang berbeda, maka individu selalu dapat menentukan secara tepat satu diantara tiga kemungkinan ini:

      A lebih disukai daripada B

      B lebih disukai daripada A

      A dan B sama menariknya

  1. Transitivitas

Aksioma ini menjelaskan bahwa jika seorang individu mengatakan “A lebih disukai dari B” dan “ B lebih disukai dari C”, maka ia pasti akan mengatakan bahwa “ A lebih disukai daripada C “. Aksioma ini sebenarnya untuk memastikan adanya konsistensi internal di dalam diri individu dalam mengambil keputusan.

  1. Kesinambungan

Aksioma ini menjelaskan bahwa jika seorang individu mengatakan “ A lebih disukai daripada B “, maka keadaan yang mendekati A pasti juga lebih disukai daripada B.

Fungsi Utilitas dalam Islam

Dalam konsep Islam sangat penting membagi jenis barang dan jasa yaitu barang dan jasa yang halal dan yang haram. Oleh karena itu kedua hal itu dapat digambarkan secara berbeda dalam fungsi utilitasnya.

Fungsi utilitas digambarkan oleh kurva indefference. Fungsi utilitas juga menggambarkan adanya tingkat kepuasan mengkonsumsi sejumlah barang/jasa pada jumlah tertentu. Semakin banyak jumlah yang dikonsumsi, maka akan semakin besar pula tingkat kepuasan yang didapatnya. Namun hal ini tidaklah berlaku seterusnya. Dalam teori utilitas dikenal juga konsep penurunan utilitas marjinal (diminishing marginal utiliity) yang menjelaskan adanya penurunan kepuasan (utilitas) pada setiap tambahan yang diberikan. Hal ini juga berimplikasi akan adanya suatu kepuasan total yang maksimal terhadap konsumsi suatu barang/jasa. Selain teori-teori yang dijelaskan di atas ada beberapa lagi teori turunan yang menjelaskan tentang fungsi utilitas.

Dalam perkembangannya, teori tentang utilitas memicu timbulnya gerakan-gerakan pemikiran, seperti aliran utilitarianisme (utilitarianism) yang menghendaki adanya usaha dari pemerintah untuk memaksimalkan utilitas total dari setiap anggota masyarakatnya dengan jalan pendistribusian pendapatan dari kalangan kaya kepada masyarakat miskin. Selain itu ada juga aliran liberalisme dan libertarianisme yang tidak jauh berbeda pemikirannya dengan paham utilitarian, yang menghendandaki adanya usaha memaksimalkan utilitas total setiap anggota masyarakat.[10]

F.     Permintaan Barang Haram dalam Kondisi Darurat

Darurat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, sifat darurat itu adalah sementara maka permintaan barang haram pun hanya bersifat isidentil (waktu tertentu saja).[11]

            Seperti pada contoh sebagai berikut : suatu permintaan barang haram dalam keadaan darurat adalah unik untuk setiap keadaan darurat yang muncul. Misalnya dalam keaaan darurat seperti kisah jatuhnya pesawat terbang, maka permintaan daging bangkai manusia hanya berlaku pada keadaan darurat itu saja. Tidak dapat kita katakan bahwa bila telah lima hari tidak dimakan, maka permintaan akan daging bangkai manusia sejumlah 1kg, sedangkan bila 4 hari tidak dimakan permintaannya hanya sejumlah ¾ kg. Kita pun tidak dapat mengatakan bahwa bila 7 hari tidak dimakan, maka permintaan daging bangkai tidak memenuhi satu dari tiga aksioma yang menjadi dasar teori utility function.

 

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Permintaan adalah benyaknya kesatuan barang yang akan dibeli oleh pembeli pada bermacam-macam tingkat harga dalam jangka waktu tertentu dan syarat tertentu. Permintaan dapat dikatakan juga sebagai keinginan (desire) untuk mendapatkan barang dan jasa yang diikuti oleh kemampuan beli (purchasing power).

Adanya Hukum permintaan ‘’ Bila harga naik maka jumlah barang yang diminta semakin berkurang, sebaliknya bila harga turun maka jumlah barang yang diminta akan bertambah.’’

Teori Permintaan Dalam ekonomi Islam, setiap keputusan ekonomi seorang manusia tidak lepas dari nilai-nilai moral dan agama setiap kegiatan senantiasa dihubungkan kepada syariat. Al-qur’an menyebut ekonomi dengan istilah iqtishad (penghematan, ekonomi), secara literal berarti ‘pertengahan’ atau ‘moderat’. Seorang muslim dilarang diminta untuk mengambil sebuah sikap moderat dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya. Dia tidak boleh israf (royal, berlebih-lebihan), tetapi juga dilarang bukhl (pelit).

Dalam ilmu ekonomi tingkat kepuasan (utility function) digambarkan oleh kurva indiferensi (indifference curve). Biasanya yang digambarkan adalah tingkat kepuasan antara dua barang (jasa) yang keduanya memang disukai oleh konsumen.

Darurat didefinisikan sebagai suatu keadaan yang mengancam keselamatan jiwa. Oleh karena itu, sifat darurat itu adalah sementara maka permintaan barang haram pun hanya bersifat isidentil (waktu tertentu saja).

B.     Saran

Kami sadar, sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, serta masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan karya ilmiah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Harapan kami, makalah yang sederhana ini, dapat memberikan manfaat khususnya bagi penulis dan umumnya pagi para pembaca.     

 

DAFTAR PUSTAKA

Azwar Karim, Adiwarman. 2012. Teori Ekonomi Islam. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Al Arif, Nur Rianto dan Amalia. 2010. Teori Mikroekonom. Jakarta: Kencana.

Edwin Nasution, Mustafa, dkk. 2006. Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana.

Murni, Asfia & Amaliawati, Lia. 2012. Ekonomika Mikro. Bandung : Refika Aditama.

https://dosen.perbanas.id/perilaku-konsumen-fungsi-utilitas-dan-maslahah/

 



[1] Nur Rianto Al Arif dan Euis Amalia. Teori Mikroekonom Ed. Ke-1 Cet. ke-1. Jakarta: Kencana, 2010, hlm. 46

[2] Asfia Murni & Lia Amaliawati. Ekonomika Mikro. Bandung : Refika Aditama, 2012, hlm. 35

[3] Adiwarman Karim. Ekonomi Mikro Islam Ed. Ke-4 Cet. Ke-5. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2012, hlm. 20

[4] Mustafa Edwin Nasution, Budi Setyanto, dkk. Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana, 2006, hlm. 85

[5] Asfia Murni & Lia Amaliawati. Ekonomika Mikro. Bandung : Refika Aditama, 2012, hlm. 36

[6] Mustafa Edwin Nasution, Budi Setyanto, dkk. Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana, 2006, hlm. 80

[7] Mustafa Edwin Nasution, Budi Setyanto, dkk. Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana, 2006, hlm. 85

[8] Mustafa Edwin Nasution, Budi Setyanto, dkk. Ekonomi Islam. Jakarta : Kencana, 2006, hlm. 88

[9] Nur Rianto Al Arif dan Euis Amalia. Teori Mikroekonom Ed. Ke-1 Cet. ke-1. Jakarta: Kencana, 2010, hlm.47

[10] https://dosen.perbanas.id/perilaku-konsumen-fungsi-utilitas-dan-maslahah/

[11] Adiwarman Karim. Ekonomi Mikro Islam Ed. Ke-4 Cet. Ke-5. Jakarta: PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2012, hlm.86

Jumat, 07 September 2018

contoh laporan individu KKN

LAPORAN INDIVIDUAL
KULIAH KERJA NYATA
ANGKATAN XXV
POTENSI MASYARAKAT DESA KRASAK DALAM PENGEMBANGAN PEREKONOMIAN GUNA LEBIH MEMAJUKAN DAN MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT



Disusun oleh
Nama                       : Sofiyatun Nur Khasanah
NIM                          : 1415202100
Kelompok               : 81
Desa/Kecamatan   : Krasak/Brebes
DPL                          : Dr. Sugiarto, S.H, M.H

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT
(LPPM)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2018

LEMBAR PENGESAHAN



Laporan KKN PAR (Participatory Action Research) Desa Krasak Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes ini telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan dipresentasikan di hadapan penguji pada tanggal…………….., serta dilakukan beberapa pertimbangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Disahkan pada...................... 2018


Dosen Pembimbing Lapangan,                                               Peneliti/penulis



Dr. Sugiarto, S.H, M.H                                                Sofiyatun Nur Khasanah
NIP.                                                                                  NIM 1415202100

Mengesahkan:

Ketua LP2M,                                                                                       Penguji





Dr. H. Bambang Yuniarto, M. Ag                                                                        
NIP.19630618 199603 1 001                                                              NIP:


KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan nikmat dan karunia-NYA, sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Kuliah Kerja Nyata (KKN) PAR IAIN Syekh Nurjati Cirebon angkatan tahun 2018 tepat pada waktunya. Laporan ini disusun berdasarkan hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami yang dilaksanakan selama 40 hari terhitung sejak tanggal 10 Juli 2018 sampai dengan 20 Agustus 2018 yang bertempat di desa Krasak Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.
            Kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, dukungan, motivasi, nasehat dan bimbingan kepada:
1.        Dr. H. Sumanta, M. Ag selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
2.        Jajaran Pemerintahan Kecamatan Brebes dan Kabupaten Brebes .
3.        Dr. H. Bambang Yuniarto, M. Ag selaku ketua LPM IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
4.        Dr. Sugianto, S.H, M.H, selaku dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
5.        Bapak Tanuri, Amd, selaku Kepala Desa Krasak
6.        Jajaran Perangkat Desa, Seluruh warga Desa Krasak dan pihak yang terkait.
7.        Orang tua dan keluarga kami tercinta.
8.        Tim KKN PAR Desa Krasak.
9.        Seluruh pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu.
            Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritikan yang membangun sangat kami harapkan. Kami, selaku tim KKN Posdaya IAIN Syekh Nurjati Cirebon angkatan tahun 2018 meminta maaf kepada semua pihak atas segala kesalahan dan kekurangan kami dalam pelaksanaan kegiatan KKN ini.
            Semoga laporan ini bermanfaat bagi penyusun khususnya dan semua pihak yang terkait pada umumnya.

                                                                                                Cirebon, September 2018
                                                                                   
Penulis






 
 

  
  

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan                                                                                     i
Kata Pengantar                                                                                              ii
Daftar Isi                                                                                                         iv 
BAGIAN I
Latar Belakang                                                                                               1
BAGIAN II
Topik/Masalah                                                                                              2
BAGIAN III
Tujuan                                                                                                             3
BAGIAN IV
Letak Geografis, Ekonomi, Politik, Dan Pendidikan                            4
BAGIAN V
Analisis Masalah                                                                                           6
BAGIAN VI
Usulan dan Rekomendasi                                                                           7
LAMPIRAN FIELDNOTE                                                                           8
 



BAGIAN I
LATAR BELAKANG

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan suatu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, yang merupakan salah satu cara menerapkan apa yang sudah didapatkan saat perkuliahan berlangsung.  KKN dapat dikatakan sebagai suatu wadah perkuliahan yang tidak mengutamakan teori lagi, tetapi lebih mengutamakan dan mengarahkan praktik dalam masyarakat.
Spesifikasi kegiatan KKN ini diprioritaskan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat  yang dimuat khusus dalam tema Belajar Bersama Masyarakat, dengan tujuan agar dapat berkembangnya rasa kepekaan sosial, membantu dan ikut andil dalam kegiatan masyarakat, serta berpartisipasi dalam berbagai hal yang bersangkutan dengan masyarakat.
KKN bagi mahasiswa diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman tersendiri yang dapat menambah pengetahuan, kemampuan, dan kesadarab hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang sosial kemasyarakatan. KKN mempunyai empat kelompok sasaran, yaitu mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata mempunyai sasaran untuk membina mahasiswa agar menajdi motivator dan inovator. Sasaran bagi masyarakat dan pemda adalah untuk memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, serta IPTEK dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. Terahir, sasaran bagi perguruan tinggi adalah untuk memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dalam masyarakat.

BAGIAN II
TOPIK/MASALAH

Topik/masalah yang penulis angkat sesuai dengan jurusan adalah tentang perekonomian Desa Krasak. Dari data selama penelitian berlangsung, salah satu potensi yang dijumpai dan mampu untuk dikembangkan dalam masyarakat yaitu dari sektor pertanian. Pertanian di Desa Krasak bisa dibilang sudah cukup maju, terbukti dengan adanya POKTAN dan GAPOKTAN, kemudian penghasilan masyarakat desa krasak mayoritas didapatkan dari pertanian (selain yang merantau). Namun, dari sekian banyak jenis tanaman yang ditanam seperti bawang, cabai, padi dll mayoritas masyarakat desa Krasak lebih memilih tanaman bawang sebagai komoditi yang paling utama. Banyak sekali hambatan-hambatan dan permasalahan yang berkenaan dengan perekonomian masyarakat desa Krasak, salahsatunya adalah rendahnya harga bawang.











BAGIAN III
TUJUAN
Perekonomian adalah sesuatu hal yang penting bagi kemajuan suatu negara, karena salah satu aspek penilaian maju atau tidak nya suatu negara dilihat dari segi pembangunan ekonominya. Dalam hal ini khusus nya masyarakat Desa Krasak, sudah diakui bahwa sebagian besar pendapatan mereka berasal dari sektor pertanian, oleh karena itu tujuan dari adanya analisis ini adalah untuk mencapai tingkat kesejahteraan perekonomian kehidupan dalam masyarakat, karena masyarakat desa Krasak sudah amat kental dan terbiasa dengan pekerjaan mereka sebagai petani.

  











BAGIAN IV
LETAK GEOGRAFIS, EKONOMI, POLITIK, DAN PENDIDIKAN
A.    LETAK GEOGRAFIS
Secara Administratif Desa Krasak adalah salah satu dari 23 Desa di Wilayah Kecamatan Brebes bagian Kabupaten Brebes, memiliki luas wilayah 166.920 Ha. Desa Krasak berbatasan dengan beberapa desa yaitu :
1)      Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Wangandalem Kecamatan Brebes
2)      Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Lembarawa Kecamatan Brebes
3)      Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Kalimati Kecamatan Brebes
4)      Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Banjarayar Kecamatan Brebes
Desa Krasakyang beriklim kemarau dan penghujan inisebagian besar lahannya adalah sawah dengan luas 118.415 Ha, sementara seluas 39.360 Ha adalah lahan pemukiman warga.
B.     EKONOMI
Keadaan ekonomi di Desa Krasak dilihat dari mata pencaharian  masyarakatnya mayoritas bekerja sebagai petani dan pedagang. Selebihnya berprofesi sebagai buruh kerja, merantau ke kota-kota besar. Sedangkan ibu-ibu sebagai ibu rumah tangga di rumah masing-masing. Beberapa masyarakat yang bekerja sebagai petani telah memiliki lahan pertaniannya sendiri..
Untuk masyarakat yang bekerja sebagai petani, kebanyakan dari mereka hanya mengandalkan hasil pertanian saja, sehingga ketika musim panen tiba kehidupan ekonomi naik 90% bagi yang memiliki lahan pertanian. Untuk masyarakat yang bekerja sebagai pedagang, mereka mengandalkan dari penjualan barang dagangannya.
C.     POLITIK
Kondisi politik di Desa Negla cukup kondusip ditandai dengan tidak adanya kerusuhan antar warga ketika pemilihan kepala desa. Dan antar warga saling menerima hasil perhitungan suara pemilihan kepada desa dengan lapang dada. Warga yang mendukung calon kepala desa yang kalah dalam pemilihan menerima dan mendukung kepala desa yang menang.
D.    PENDIDIKAN
Pendidikan merupakan lembaga yang terpenting dalam menciptakan Sumber Daya Manusia berkualitas. Peningkatan kualitas manusia sebagai sumber daya pembangunan merupakan prasarana utama untuk memperbaiki derajat kesejahteraan masyarakat. Sarana pendidikan di Desa Krasak dapat dikatakan belum cukup memadai, jika ditilik dari adanya lembaga pendidikan formal terdiri dari tiga SDN (Sekolah Dasar Negeri), belum ada lembaga pendidikan lebih tinggi dari SD seperti SMP atau SMA. Adapun dengan lembaga non formal terdiri satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), satu TK (Taman Kanak-Kanak) dan satu Madrasah Diniyah (Hidayatul Muta’allimin). Hal ini menunjukan bahwa lembaga pendidikan di desa ini belum banyak. Namun apabila dilihat dari segi fasilitas pembelajaran kegiatan pendidikan di sekolah terutama di SD, masih dirasakan belum cukup misalnya kesediaan ruang kelas yang kurang memadai. Adapun sama halnya PAUD, TK dan Madrasah Diniyah dengan prasarana pembelajaran yang belum memenuhi standar.



BAGIAN V
ANALISIS MASALAH
Pertanian merupakan mata pencaharian yang paling dominan dilakukan oleh masyarakat Desa Krasak. Dalam sektor pertanian, pendistibusian hasil panen (bawang) mereka masih menggunakan jasa tengkulak/bandar sehingga hasil dari penjualan tersebut tidak sesuai dengan yang mereka harapkan, dalam artian hasil penjalan tersebut lebih kecil dari keseluruhan modal yang mereka keluarkan.
Permasalahan dalam bidang ekonomi bukan hanya terletak pada rendahnya harga jual melalui tengkulak/bandar saja, akan tetapi hal lain yang menyebabkan rendahnya harga jual bawang adalah adanya hama yang menyerang lahan pertanian. Banyak masyarakat yang tidak mampu membeli obat hama (semacam pestisida) dikarenakan harga nya yang sangat mahal dan hanya sekali pakai. Sehingga para petani terpaksa mempercepat masa paenennya, tentu saja hal tersebut mengakibatkan kerugian, rendahnya kualitas bawang dan murahnya harga bawang.










BAGIAN VI
USULAN DAN REKOMENDASI
Dalam hal perekonomian yang menyangkut pendapatan masyarakat Desa Krasak, apalagi sektor pertanian dan mengingat bahwa bawang  menjadi komoditi yang utama, maka perlu diadakannya sebuah perubahan dalam sektor industri, yaitu pembuatan siwang (terasi bawang). Pembuatan siwang ini bisa dilakukan oleh siapapun, utamanya ibu rumah tangga. Karena selama penelitian penulis banyak menjumpai bawang –bawang yang di letakkan didepan rumah (biasanya menunggu tengkulak datang dan kadang ada yang untuk dikonsumsi sendiri), maka penulis mengusulkan didirikannya home industry. Pendirian home industry ini dimaksudkan agar selain pendapatan dari hasil penjualan bawang, mereka juga bisa mengandalkan mengolah bawang dengan memilih bawang kualitas bagus untuk di masak dan dijadikan siwang (terasi bawang) yang kemudian bisa didistribusikan ke pasar ataupun ke toko-toko. Sehingga diharapkan keuntungan yang mereka dapatkan lebih besar dari biasanya.
Selain itu, berhubung POKTAN dan GAPOKTAN di Desa Krasak dikatakan pasif, maka perlu dilakukan gerakan atau gubrakan oleh pemerintah desa, semisal seperti sosialisasi pentingnya peran POKTAN dan GAPOKTAN dalam memajukan ekonomi masyarakat dan desa.

Halaman Terakhir (Perihal Memilih Untuk Menyudahi)

Ada satu hal yang membuatku ingin terus membuka halaman per halaman. Menantangku untuk mengetahui sesuatu yang akan terjadi berikutnya. Tiap...